Pages

Kamis, 23 Desember 2010

Komunikasi Dalam Organisasi

anusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

1. Komunikasi antar pribadi

Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.

2. Komunikasi kelompok

Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.

3. Komunikasi massa

Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.

Kamis, 16 Desember 2010

LocalCooling Software penghemat kinerja battery laptop

Laptop/notebook adalah prangkat mobile terbaik untuk pengolah data yang flexsibel. Akan tetapi seiring dengan pemakaian laptop secara terus menerus ini mengakibatkan berdampak pada daya konsumsi baterai laptop. Sehingga kualitas daya pemakaian baterai semakin menurun. Kini telah hadir sebuah software yang patut anda coba untuk menghemat baterai laptop anda. Software ini bekerja secara otomatis dalam mengoptimalkan kinerja dari baterai anda sehingga kualitas baterai anda bila dipakai terus menerus dapat tetap maksimal. Software untuk mengoptimalkan kinerja baterai ini sangat wajib di coba untuk para pengguna laptop/notebook. Karena software ini sangat ringan dalam penggunaannya dan tidak memerlukan banyak memory untuk meloadnya. Selain itu Software ini mempunyai beberapa fitur yang menarik yaitu :

  • Baterai's discharge siklus pemantauan. Algoritma lanjutan catatan akurat bila siklus pengosongan lengkap dilakukan. Ketika dikonfigurasi jumlah siklus discharge dicapai, balon pemberitahuan muncul untuk mengingatkan bahwa cairan penuh diperlukan.
  • Lengkapi informasi baterai. Ini menghitung statistik sisa waktu di laptop yang tidak mendukung baterai waktu yang tersisa hanya informasi dan daftar muatan persentase. Menunjukkan semua informasi rinci tentang baterai, seperti tingkat memakai, kapasitas, konsumsi, manufaktur, dll
  • Notifikasi informasi daerah. Dalam modus baterai, pemberitahuan ikon menunjukkan waktu yang tersisa dan persentase baterai.
  • Otomatis rencana daya switching. Tergantung pada sumber daya dari komputer, BatteryCare dapat secara otomatis memilih rencana kekuatan yang Anda inginkan. (hanya pada Windows Vista atau yang lebih tinggi).
  • Kontrol terhadap Windows Aero dan menuntut Services. Otomatis menonaktifkan dipercepat grafis tema pada Windows Vista dan / atau jasa yang menuntut menurunkan seumur hidup baterai. Setelah laptop berhenti menggunakan baterai, tema ini kembali diaktifkan dan layanan berhenti dikembalikan.
  • Auto-update. Tidak perlu kesulitan dalam men-download installer baru, ketika sebuah versi baru tersedia, program pembaruan itu sendiri.
  • Ringan dalam sistem. Mengingat kekhawatiran tentang pengoptimalan baterai, BatteryCare tidak mengganggu kinerja sistem. Hanya memerlukan hanya 0,1% dari sumber daya prosesor dan memori.
Klik disini untuk MENDOWNLOAD

      Jumat, 26 November 2010

      UNIVERSITAS GUNADARMA MASUK 20 BESAR UNIVERSITAS TERBAIK SE ASIA TENGGARA

      Universitas Gunadarma adalah universitas yang berada di depok Jawa Barat, Indonesia. Tidak disangka, ternyata universitas ini masuk 20 besar universitas terbaik se Asia tenggara yang dimuat dalam http://snmptn.wordpress.com/2010/07/29/daftar-universitas-terbaik-indonesia-2010-se-asia-tenggara/ pada tanggal 29 Juli 2010. Saya bangga atas prestasi ini, karena saya salah satu mahasiswa universitas tersebut. Peringkat ini pun patut dibanggakan karena universitas Gunadarma berada di atas peringkat universitas negeri  dan swasta favorite lainnya yang berada di Indonesia. Berikut daftar peringkat 100 universitas terbaik se Asia tenggara :

      Jumat, 19 November 2010

      Proses Pengambilan Keputusan

      Pengambilan Keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk suatu masalah. Dalam pengambilan keputusan, masalah adalah sesuatu kondisi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan pemecahannya, masalah terbagi atas:
      • Masalah yang harus segera dipecahkan.
      • Masalah yang sulit dipecahkan.
      • Masalah yang tidak dapat dipecahkan,
      Semua masalah membutuhkan pemecahan. Dalam hal ini berarti dibutuhkan proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan artinya menentukan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang  dilakukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. 

      Jenis Keputusan

      Terdapat beberapa jenis keputusan dalam pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil keputusan terdiri atas:  
      1. Keputusan Strategis
         
      2. Keputusan taktis
         
      3. Keputusan operasional
      Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:
      • Keputusan Terprogram. Keputusan ini  berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan cara. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.
      • Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.
      • Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.

      Langkah Pengambilan Keputusan

      Secara umum, langkah-langkah pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
      • Penetapan parameter dan variabel yang merupakan bagian dari sebuah persoalan keputusan. Biasanya pemecahan masalah yang menggunakan model matematika sangat memerlukan adanya variabel yang terukur.
      • Penetapan alternatif-alternatif pemecahan persoalan. Alternatif pemecahan masalah didapatkan dari analisis pemecahaan masalah.
      • Penetapan kriteria pemilihan alternatif untuk mendapatkan alternatif yang terbaik. Biasanya kriteria pemilihan ini didasarkan pada pay off atau hasil dari keputusan.
      • Pelaksanaan keputusan dan evaluasi hasilnya. Tahap ini disebut tahap implementasi, dimana alternatif solusi yang terpilih akan diterapkan dalam jangka waktu tertentu dan setelah itu akan dievaluasi hasilnya berdasarkan peningkatan atau penurunan pay off atau hasil.

      Kamis, 04 November 2010

      Indonesia Kembali Berduka

      Indonesia, negara yang dikenal sebagai negara subur, makmur dan agraris ternyata menyimpan sebuah cerita duka yang amat sangat banyak. Entah apa yang salah oleh negeri kita ini, bencana silih berganti datang dan pergi. Mulai dari banjir, longsor, gempa yang disertai tsunami, hingga seringnya gunung berapi meletus. Bahkan dalam bulan Oktober 2010 tercatat 3 bencana alam besar terjadi di Indonesia, dan tidak sedikit pula yang menjadi korban dalam 3 bencana besar tersebut. Banjir Wasior adalah bencana pertama yang terjadi dalam bulan Oktober 2010. Dalam bencana ini tercatat 64 orang tewas, 75 luka berat, 461 luka ringan dan 68 orang dinyatakan hilang. Yang kedua adalah gempa yang disertai tsunami yang terjadi di Mentawai Sumatra Barat. Dalam bencana ini tercatat 335 korban meninggal, 400 orang hilang, 15 orang luka berat dan 25 orang luka ringan. Yang terakhir yaitu bencana meletusnya gunung Merapi di Jogjakarta,  dalam bencana ini tercatat 29 orang tewas, bahkan juru kunci gunung merapi ikut tewas saat merapi mengeluarkan awan panasnya. Apa yang harus diperbuat jika Semua ini telah terjadi? dan siapa yang harus bertanggung jawab? semua ini kembali kepada diri kita sendiri, banjir dan longsor adalah salah satu ulah tangan jahil sekelompok manusia yang tidak bertanggung jawab. Dan kita pun seakan-akan tidak pernah mau belajar dari bencana-bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Seharusnya kita harus mau belajar terhadap semua bencana yang telah terjadi di negara kita ini, sehingga jika suatu waktu bencana itu datang kembali kita bisa mengantisipasi hal tersebut.